Kamis, 18 Oktober 2012

Arsitektur dan Lingkungan

DEFINISI
        Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air,energi matahari, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganisme.

ASPEK-ASPEK BUDAYA YANG MEMPENGARUHI
          Masih berkaitan dengan korelasi antara Arsitektur dengan lingkungan, saya akan membahas mengenai sebuah aspek yang memiliki pengaruh yang kuat dalam arsitektur, yaitu aspek budaya.
Aspek budaya menjadi salah satu aspek yang kuat pengaruhnya dalam perhitungan mengenai konsep terbentuknya hasil karya arsitektur. Budaya adalah segala hal yang turun-temurun diterapkan dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat yang menjadikannya sebuah identitas ataupun ciri dari suatu kelompok tertentu. Contoh budaya yang diterapkan dalam arsitektur adalah budaya minangkabau yang memiliki atap berbentuk lengkungan yang mewakili dualitis dari kosmologi masyarakat minang, sedangkan pada rumah joglo memiliki pendopo yang merupakan ruang terbuka yang melambangkan sifat orang Jawa yang ramah, terbuka dan tidak memilih dalam menerima tamu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar